Rabu, 24 November 2010

KELUARGA HARMONIS DAN SEJAHTERA SEBAGAI LANDASAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT

A. Kompetensi Dasar
Memahami bahwa keluarga harmonis dan sejahtera merupakan
landasan pembangunan masyarakat.

B. Indikator Pencapaian Hasil Belajar
1.Menjelaskan keluarga sebagai sel masyarakat.
2.Menjelaskan peranan dan tanggung jawab keluarga dalam hidup masyarakat.
3.Menjelaskan pengaruh timbal balik antara keluarga dan Masyarakat.
4.Membuat syair lagu atau slogan atau puisi atau surat yang berisi
mengenai pentingnya keluarga harmonis dan sejahtera untuk
membangun masyarakat.

C. Landasan Pemikiran
Tuhan telah menjadikan persekutuan nikah sebagai awal dan dasar masyarakat manusia sehingga keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat, yang disebut sel atau inti masyarakat. Keluarga merupakan dasar masyarakat dan selalu menghidupi masyarakat melalui peranannya sebagai pelayan kehidupan. Dari keluargalah lahir warga-warga masyarakat atau negara.
Jadi apabila keluarga baik dan harmonis, masyarakat juga menjadi baik. Sebaliknya, apabila keluarga tidak baik dan tidak harmonis, masyarakat akan kacau. Apabila masyarakat baik, keluarga-keluarga akan terpengaruh menjadi lebih baik. Sebaliknya, apabila masyarakat bobrok, keluarga akan kacau. Tampaklah bahwa situasi keluarga dan situasi masyarakat erat sekali hubungannya. Disini, keluarga merupakan sekolah hidup social yang pertama dan tak tergantikan. Sebab dalam hidup berkeluarga terjadi pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa sebagai pemberian diri secara sukarela. Keluarga menjadi tempat paling manusiawi bagi orang untuk mengembangkan ikatan efektif dan rasa kerasan. Keluarga menjadi tempat yang paling cocok memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, misalnya saling bersatu, saling menghormati, dialog, perjumpaan, kesediaan tanpa pamrih, pelayanan, solidaritas, dan sebagainya.Karena keluarga sebagai persekutuan pribadi-pribadi mempunyai makna dan martabat tersendiri, adanya keluarga tidak semata-mata untuk masyarakat tetapi keluarga memang sangat berarti di masyarakat dan memberi sumbangan yang tak ternilai kepada masyarakat. Di satu pihak tertentu masyarakat ada lebih dulu daripada keluarga yang diawali dengan perkawinan dan menjadi keluarga dalam masyarakat yang sudah ada. Tetapi di lain pihak, masyarakat juga berasal dari keluarga dan masyarakat sebagian besar terdiri dari dan hidup sebagai keluarga.
Keluarga biasa berperan dalam kehidupan masyarakat, baik secara langsung, yaitu menjadi pengurus RT atau RW atau PKK dan sebagainya, maupun tidak langsung, yaitu mengikuti kerja bakti, memberi dana gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, ketertiban, keindahan lingkungannya, dan sebagainya. Keluarga berusaha untuk terlibat dalam menyejahterakan masyarakat misalnya mengembangkan pikiran, perencanaan, tenaga, dan daya untuk menjawab kebutuhan dan keprihatinan warga masyarakat, memprakarsai membuat jalan setapak, menyumbang penerangan jalan, memberikan obat-obatan secara gratis. Tetapi, ada hambatan yang dialami keluarga untuk terlibat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik yang bersifat jasmani, yaitu sakit, tugas luar kota terus-menerus, dan sebagainya, material yaitu tidak mempunyai dana maupun rohani, yaitu egoisme, acuh tak acuh, dan sebagainya.
Sebaliknya, masyarakat diharapkan berperan dalam kehidupan keluarga, antara lain melayani kebutuhan keluarga, menolong keluarga, memberi rasa aman keluarga, dan sebagainya. Keluarga sebagai persekutuan pribadi-pribadi mempunyai makna dan martabat tersendiri. Keberadaan keluarga tidak hanya untuk masyarakat, meskipun keluarga sangat berarti bagi masyarakat dan memberi sumbangan yang tak ternilai bagi masyarakat. Hubungan erat antara keluarga dan masyarakat ini menuntut keluarga untuk terbuka dan mengambil bagian dalam masyarakat dan pembangunannya, juga menuntut masyarakat untuk melakukan tugas asasinya, yaitu menghormati dan mengembangkan keluarga.
Terjadi hubungan yang erat antara masyarakat dan keluarga. Masyarakat menuntut keluarga untuk terbuka dan mengambil bagian dalam mayarakat dan pembangunannya namun keluarga juga menuntut masyarakat untuk selalu melaksanakan tugas asasinya yaitu menghormati dan mengembangkan keluarga.Keluarga dan masyarakat mempunyai fungsi saling melengkapi dan mengembangkan setiap dan semua orang. Disini, karena kebaikan keluarga merupakan nilai yang mutlak bagi masyarakat sipil, maka para pemimpin masyarakat sipil diharapkan melakukan segala daya upaya untuk menjamin agar keluarga-keluarga memperoleh bantuan ekonomis, social, pendidikan, politis, budaya, dan segala yang dibutuhkan untuk menghadapi semua tanggung jawabnya. Sebaliknya, setiap keluargadapat memberi sumbangan yang sangat berharga untuk masyarakat keluarga diharapkan secara aktif dalam pengembangan masyarakat. Kesejahteraan keluarga tentu merupakan sumbangan bagi kesejahteraan masyarakat hendaknya diukur menurut kesejahteraan keluarga.Setiap keluarga dapat memberi sumbangan yang sangat berharga bagi masyarakat dan diharapkan berperan secara aktif dalam pengembangan masyarakat. Melalui materi pokok ini, anda diajak menyadari peran peran keluarga dalam masyarakat, agar menjadi warga masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan situasi kondisi setempat.

D. Uraian Materi Pokok

1. Keluarga sebagai sel masyarakat.
2. Peranan dan tanggung jawab keluarga dalam membangun masyarakat.
3. Pengaruh timbal balik antara keluarga dan masyarakat.




E. Narasi
















Sekarang ini, kebanyakan orang tua kurang menyadari pentingnya mengajarkan kepada anak mengenai kehidupan bermasyarakat sehingga anak-anak yang yang kurang didorong oleh orangtua menjadi kurang aktif dalam hidup bermasyarakat. Hal ini tampak dari kurangnya peran orang tua dalam meneladani dan mendorong anaknya dalam hidup bermasyarakat.
Banyak hambatan dalam keluarga yang membuat keluarga tersebut menjadi tidak peka dengan lingkungan dan masyarakat. Bisa bersifat secara jasmani (sakit ataupun tugas ke luar kota terus menerus); materi (tidak punya uang); rohaniah (acuh tak acuh,egois).
Contohnya : Di perkotaan, kita cenderung tidak mengenal siapa tetangga kiri kanan kita.Berbeda dengan di pedesaan yang cenderung para warganya mengenal satu sama lain. Hal ini dikarenakan orang-orang di kota selalu sibuk dengan urusan masing-masing (cenderung egois dan acuh dengan orang lain). Padahal kita perlu mengenal tetangga dekat kita karena kita sesama manusia (makhluk sosial) tentu tak dapat hidup sendiri. Pastilah kita butuh orang lain termasuk tetangga kita. Misalnya kalau terjadi apa-apa dengan rumah kita,pada saat kita tidak di rumah (kemalingan), jika kita kenal baik dengan tetangga kita maka tetangga kita pasti akan menolong kita dengan cara menghubungi polisi sehingga rumah kita tidak jadi kemalingan.
Jadi,tidak ada ruginya kita ikut berpartisipasi dalam masyarakat. Mulailah dari lingkungan sekitar kita terlebih dahulu,misalnya: dengan tetangga kita. Karena semua pasti saling membutuhkan (timbal balik).

F. Pendalaman dan Refleksi
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini !
1. Apa hubungan antara keluarga dan masyarakat pada gambar itu ? Jelaskan !
2. Jelaskan bahwa keluarga sebagai sel masyarakat !
3. Jelaskan peranan dan tanggung jawab keluarga dalam hidup bermasyarakat !
4. Jelaskan pengaruh timbal balik antara keluarga dan masyarakat !

G. Pengembangan Religiositas
Berikut ini disajikan beberapa pandangan dari berbagai agama dan kepercayaan tentang keluarga harmonis dan sejahtera sebagai landasan pembangunan masyarakat. Anda juga dapat membaca sumber-sumber lain yang sesuai dengan tema untuk memperluas wawasan dan pengetahuan anda.

Agama Islam
Keluarga adalah jiwa masyarakat dan tulang punggungnya. Kesejahteraan lahir dan batin yang dinikmati oleh suatu bangsa atau kebodohan dan keterbelakangannya adalah cerminan dari keadaan keluarga-keluarga yang hidup dalam masyarakat bangsa tersebut. Keluarga adalah unit terkecil yang menjadi pendukungdan pembangkit lahirnya bangsa dan masyarakat. Selama pembangkit itu mampu menyalurkan arus yang kuat lagi sehat, selama itu pula masyarakat bangsa itu akan enjadi sehat dan kuat. Memang, keluarga mempunyai andil yang besar bagi bangun runtuhnya masyarakat. Walaupun harus diakui pula bahwa masyarakat secara keseluruhan dapat mempengaruhi pula keadaan keluarga. Islam menghendaki agar masyarakat manusia itu hidup aman, tenteram, damai, dan sejahtera lahir dan batin dibawah naungan rida ilahi. Agar kehendak yang mulia itu terwujud, maka setiap anggota dalam masyarakat harus melakukan tugas dan kewajiban hidup bermasyarakat dengan sebaik-baiknya. Tugas kewajiban tersebut, antara lain: saling menghormati dan mengasihi; saling menolong dalam hal-hal yang baik, yang diridai Allah, dan jangan tolong menolong dalam dosa dan permusuhan; berusaha menghilangkan kebodohan dan kemiskinan serta memajukan masyarakat di bidang ilmu dan teknologi; saling mengingatkan agar setiap anggota masyarakat senantiasa berjalan di jalan yang benardan dapat bersabar dalam hidupnya; usaha memberantas kejahatan dan kemungkinan yang muncul di masyarakat dengan cara yang bijaksana, sesuai dengan hukum yang berlaku.

Agama Hindu
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup tanpa kerja sama atau berkelompok, baik sebagai keluarga maupun kelompok social lainnya. Bentuk yang paling umum dalam ajaran agama Hindu adalah bentuk kelompok yang disebut keluarga(kurma dan jati; asrama dharma, kewilayahan atau desa, agama(kepercayaan agama), dan kelompok social lainnya.
Setiap orang tidak dapat memisahkan dirinya dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat yang sejahtera dan bahagia akan dapat diwujudkan apabila setiap individu dalam masyarakat telah melakukan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Dengan melakukan kewajiban hidup dan swadharma masing-masing akan terwujud hubungan yang serasi dan harmonis antara seseorang dengan yang lainnya dan antara seseorang dengan masyarakat. Contoh-contoh tentang swadharma seseorang dalam masyarakat dapat kita lihat dalam pergaulan hidup sehari-hari
Salah satu contoh untuk menjelaskan salah satu kewajiban hidup dalam masyarakat adalah kewajiban seorang brahmana atau pendeta dalam masyarakat. Seorang brahmana dalam hidupnya sehari-hari harus mengutamakan penyucian rohani, sebagai lokaspalasraya, yakni mengamalkan ilmunya serta melayani kehidupan keagamaan masyarakat baik yang bersifat rutin ataupun incidental.

Agama Budha
Dalam kehidupan, interaksi pribadi dan masyarakat sangat berkaitan dan saling menunjang, karena kemajuan pribadi tidak terlepas dengan adanya orang lain. Hal ini telah ditekankan Sang Budha dalam pembinaan terhadap para pengikutnya. Seorang budhis yang baik tidak berpaling dari setiap masalah kemasyarakatan,juga tidak menolak untuk bekerja demi kebaikan masyarakat. Bagi kehidupan rumah tangga maupun kehidupan vihara, Sang Budha menggariskan etika sosial atas dasar persaudaraan dan kasih sayang timbal balik antar manusia dalam hubungan sosial mereka serta terus menerus mendorong mereka untuk berdampingan secara damai dan bahagia.

Dalam Sigalovada-sutta(Didha Nikaya 31), Sang Budha Gotama telah membabarkan patokan bagi umat Budha untuk melakukan pergaulan dengan sesama manusia yang berbeda kelompok, kedudukan, dan perannya, yaitu hubungan timbal balik antara anak dan orangtua,guru dan siswa, suami dan istri, teman dan sahabat,majikan dan pekerja, para bhikku dengan umat berumah tangga, yang pada hakikatnya mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak-hak orang lain.


Agama Katolik
Materi pokok bahasan ini yaitu ajaran gereja Katolik tentang perkawinan dan hidup berkeluarga disampaikan dengan metode belajar secara kooperatif system pakar, antara lain berikut.

a. Dekrit tentang keraulan awam (Keluarga menurut Gereja Katolok Moral Sosial Aktual hlm. 46)
1) Perkawinan berada di pusat keluarga ; orang tua mempunyai tugas untuk memberi kesaksian tentang nilai keluarga kristiani dan utk mempertahankan ide keluarga sebagai lembaga yang suci. Hal ini berarti hak manusia akan perumahan, pendidikan, situasi kerja layak, pajak dan keamanan sosial wajib terpenuhi.

2) Keluarga secara keseluruhan hendaknya berdoa bersama dan memasukkan peranan penting dalam kehidupan liturgis gereja. Keluarga harus menjadi tempat keramahan, aktif dalam perjuangan demi keadilan dan perdamaian, dan melakukan tindakan- tindakan amal. Hidup keluarga sangatlah cocok utk menunjukkan kasih Allah dgn mengangkat anak-anak yang dibuang, dengan menunjukkan sambutan penuh kasih kepada orang asing, membantu dengan pendidikan di sekolah dasar paroki, memberikan bantuan kepada mereka yang mempersiapkan diri bagi perkawinan, dan perawatan orang lanjut usia.

3) Perhatikan Gaudium et Spes art. 1 “Suka dan duka, harapan dan kecemasan orang” jaman ini, terutama yg menderita adalah suka dan duka, harapan dan kecemasan murid-murid Kristus juga sebab tidak ada satupun yg tidak berguna …..”

b. KHK kan. 1136 “Orang tua mempunyai kewajiban sangat besar dan hak pertama untuk sekuat tenaga mengusahakan pendidikan anak, baik fisik, sosial, dan cultural, maupun moral dan religius.”
c. Dalam KAN. 835 4 disinggung tanggung jawab dan peran serta org tua dalam pengudusan yang dilaksanakan dengan penghayatan hidup perkawinan dan pendidikan kristiani anak-anaknya.
d. Dlm KAN . 774 2 ditegaskan tanggung jawab orang tua dalam pembentukan anak nya dlm kehidupan kristiani dengan kata lain teladan.
e. LG 32 tentang kaum beriman sebagai keluarga Allah yang digembalakan sedemikian rupa sehingga perintah baru tentang kasih dilaksanakan oleh semua.
f. GS 32 evangelisasi agar umat manusia menjadi keluarga Allah . Persekutuan persaudaraan. Mereka yg diselamatkan berkat rahmat sebagai keluarga Allah yg dicintai oleh Allah dan Kristus saudaranya akan melambangkan kemuliaan sempurna kepada Allah.
g. GS 40 para anggota masyarakat dipanggil utk membantu keluarga putra-putri Allah. Keluarga itu terhimpun mnjadi harta surgawi dan diperkarya dgn nya. Keluarga itu oleh Kristus disusun dan diatur di dunia ini sebagai masyarakat.
h. GS 42 persatuan keluarga manusia amat diteguhkan dan dilengkapi oleh kesatuan keluarga putra-putri Allah yang didasarkan kepada Kristus.

Dari kutipan ajaran gereja tersebut di atas dapat ditarik butir-butir peranan keluarga Katolik, baik dalam keluarga sendiri maupun masyarakat luas.

-Peran serta keluarga katolik dalam keluarga sendiri
Kiranya sesuai dengan prinsip subsdiaritasi keluarga sebaiknya memusatkan perhatian pada sumbangan khas dan peran serta yg dpt dilaksanakannya:
1) pendidikan kebangsaan atau kewarganegaraan yang sehat.
2) Mengembangkan nilai-nilai budaya sejak usia dini: dlm GS bab tentang pengembangan kebudayaan konsili Vatikan II melukiskan peran keluarga sebagai berikut: “terutama keluarga merupakan bagaikan ibu dan pengasuh pendidikan yg menyeluruh. Sebab disitu ana-anak dalam dukungan kasih mesra lebih mudah belajar mengenal nilai-nilai sedangkan bentu-bentuk kebudayaan yang teruji seperti dengan sendirinya merasuki jiwa para remaja sementara mereka bertambah umur. Memang benar keluargalah subyek penerus nilai-nilai budaya yg diwariskan kepada generasi berikutnya. Apa yg dimulai sejak usia dini dalam lingkup keluarga harus dikembangkan lebih lanjut pd jenjang berikutnya dengan bantuan instansi yg terkait.
3) Mengembangkan aspresiasi budaya dengan memupuk kepekaaan selera terhadap budaya yang memang dapat tumbuh secara alamiah, tetapi juga ditumbuhkan lewat pendidikan.

Keluarga sebagai persekutuan pribadi-pribadi mempunyai makna dan martabat sendiri. Adanya keluarga tidak semata-mata untuk masyarakat, tetapi keluarga memang sangat berarti bagi masyarakat dan memberi sumbangan yang tak ternilai kepada masyarakat. Kesejahteraan keluarga tentu merupakan sumbangan bagi kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat harus diukur menurut kesejahteraan keluarga. Keluarga kristiani dapat memberi sumbangan yang sangat berharga bagi masyarakat dan diharapkan berperan serta secara aktif dalam pengembangan masyarakat.

-Peran serta keluarga katolik dlm masyarakat luas
Peran serta keluarga dlm masyarakat sangat bervariasi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yg dihadapi.
1) Dalam bidang budaya, keluarga berperan penting. Budaya tdk terbatas dlm lingkup keluarga, melainkan hidup dlm masyarakat. Beberapa kemungkinan peran serta:
a) memberi kesaksian tentang nilai budaya Indonesia dgn menghayati iman kristiani sesuai dengan budaya kita,
b) memperkaya budaya kita dengan inspirasi kristiani.

2) Dlm bidang sosial, keluarga juga berperan penting.Bidang sosial menyangkut kepentingan dan nasib kebanyakan orang, maka dampak atas keadaan masyarakat sangat luas. Kiranya sasaran dapat dilihat tak hanya dalam usaha mngatasi masalah-masalah sosial dan mengurangi timbulnya masalah-masalah sosial. Di satu pihak perlu pemecahan structural sejauh masalah diakibatkan struktur yg tdk adil. Di lain pihak mengingat nasib manusia perseorangan yg berada dlm keadaan darurat dan tak dpt dibiarkan menantikan pemecahan yg lebih tuntas, terpaksa dcari jalan keluar karitatif yg lebih menyembuhkan luka” dari pada menimblkan penyakit.
Meningat sasaran ganda tugas pokok dpt dilihat dlm mnciptakan kondisi yg memungkinkan tercapainya kedua sasaran itu dgn keterlibatan sbanyak mungkin orang. Maka peran serta keluarga katolik dlm bidang sosial adalah
a) menumbuhkan kepedulian sosial anak-anak di masa pendidikan agar kemudian sebagai warga masyarakat yang dijiwai iman katolik mereka melibatkan diri sesuai dengan masing-masing bidang sosial.
b) Memberi kesaksian penghayatan keadilan dan cinta kasih kristiani dgn sikap dan perilaku gotong royong dalam masyarakat;
c) Peran serta keluarga katolik di bidang sosial dapat dilihat dalam kedua jenis sasaran itu, yakni usaha mencapai pemecahan structural disamping usaha memberi bantuan karitatif.

Mengingat beberapa ciri khas budaya dan masyarakat Indonesia, misalnya sikap gotong royong,kebiasaan anjangsana, partisipasi dalam hidup bermasyarakat, membaur dengan saudara-saudara yang berkeyakinan lain,adanya RT dan RW, maka perlu dicarikan jalan agar keluarga Katolik dapat membina hubungan dengan keluarga-keluarga tetangga dan berperan serta dalam pembangunan.
Meskipun jumlah umat Katolik sangat kecil namun kenyataannya bahwa orang katolik “ ada dimana-mana”, terutama lewat profesi atau jabatannya yang menjadi pintu atau jembatan yang menghubungkan mereka dengan masyarakat luas. Dengan demikian keluarga Katolik dapat berperan aktif dalam pengembangan masyarakat dengan aneka pelayanan lewat profesi mereka.

Agama Kristen
Dalam agama Kristen ditekankan pentingnya membina sebuah keluarga sehingga nantinya tercipta suasana yang nyaman dalam keluarga itu maupun dalam masyarakat. Dan hal ini tertuang dalam hukum Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20)
Dalam hukum kelima, Allah memerintahkan Israel untuk menghormati orang tua (Kel 20:12 tentang pentingnya menghormati kedua orang tua ). Ini adalah dasar bagi kehidupan keluarga. Tanpa rasa hormat terhadap orangtua, keluarga tidak akan lagi mempunyai arti apapun. Padahal keluarga adalah unsur yang paling kecil dan inti dari kehidupan bermasyarakat. Karena itu, keluarga harus mendapat perhatian yang khusus.
Hukum keenam (Kel 20:13 tentang jangan membunuh) mengingatkan kita bahwa persekutuan hidup di dalam masyarakat hanya dapat dipertahankan apabila ada rasa tanggung jawab terhadap sesama kita. Kalau orang mulai membenci dan membunuh maka kehidupan masyarakat akan penuh dengan rasa takut, curiga, dan semuanya akan berakhir dengan kehancuran hidup bersama.
Hukum ketujuh (Kel 20:14 tentang jangan berzinah) erat hubungannya dengan hukum kelima. Didalam hukum ini, bangsa Israel diingatkan agar mereka saling menghormati dan menghargai ikatan perkawinan yang ada diantara mereka. Dengan demikian mereka akan dapat mempertahankan ikatan hidup kekeluargaan mereka, baik dalam lingkup yang kecil, maupun dalam lingkup keluarga besar.
Hukum kedelepan,kesembilan, dan kesepuluh saling berkaitan dengan kejujuran dan penghargaan akan hak milik orang lain. Ini semuanya juga merupakan dasar bagi kehidupan bersama dalam suatu masyarakat. Apabila unsur-unsur ini lenyap maka kehidupan bersama tidak dapat dipertahankan lagi.
Jelaslah bahwa hubungan dengan Allah harus diwujudkan dalam rasa hormat, menghargai, dan tanggung jawab kepada sesama, yang dimulai dari hubungan yang paling kecil di dalam lingkungan keluarga, sampai pada lingkungan yang lebih luas, yaitu di tengah masyarakat umum.


Agama Khonghucu
Di dalam ajaran agama Khonghucu dibimbingkan bahwa keberesan atau harmonis dan sejahteranya keluarga itu menjadi landasan pembangunan masyarakat, Negara bahkan dunia ini. Di dalam kitab Da Xue disuratkan ;” tidak dapat mendidik keluarga sendiri tapi dapat mendidik orang lain itu hal tidak akan terjadi, dengan berbakti kepada ayah-bunda, ia turut mengabdi kepada raja(pimpinannya) dengan bersikap rendah hati,ia turut mengabdi kepada atasannya dan dengan bersikap kasih sayang ia turut mengatur masyarakatnya. Bila dalam keluarga saling mengasihi niscaya membawakan suasana cinta kasih dalam Negara. Bila dalam tiap keluarga saling mengalah, maka di dalam masyarakat pun akan ada suasana saling mengalah. Tetapi bila orang tamak dan curang maka seluruh masyarakat pun akan terjerumus di dalam kekalutan”.”Maka teraturnya masyarakat dan Negara itu sesungguhnya berpangkal pada keberesan dalam rumah tangga”.” Hormatilah kakakmu, cintailah adikmu, hormatilah kakakmu, cintailah adikmu, dengan demikian barulah dapat membawa pengaruh yang mendidik bagi kehidupan masyarakat”.” Apa yang tidak baik dari atas tidak dilanjutkan kebawah; apa yang tidak baik dari bawah tidak dilanjutkan ke atas; apa yang tidak baik dari muka tidak dilanjutkan ke belakang; apa yang tidak baik dari belakang tidak dilanjutkan ke muka; apa yang tidak baik dari kanan tidak akan dilanjutkan ke kiri; dan apa yang tidak baik dari kiri tidak dilanjutkan ke kanan. Inilah yang dinamakan Dao( Jalan Suci) yang bersifat siku.”
Bab IX dan X (Xs.Tjhie)

H. Evaluasi

1. Jelaskan pengertian keluarga sebagai sel masyarakat!
2. Jelaskan peranan dan tanggung keluarga dalam membangun
3. Jelaskan pengaruh timbal balik antara keluarga dan masyarakat!


Referensi pendukung:
- Mewujudkan Hidup Beriman Dalam Masyarakat
- Perubahan Pria dan Wanita dalam Gereja
- Yesus Teladanku kelas III

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar