Rabu, 11 Agustus 2010

GODAAN MENGINCAR, TUHAN MENOLONG

A. Kompetensi Dasar
Memahami bahwa godaan mengincar kehidupan dan Tuhan menolong manusia untuk mengatasi.

B. Indikator Pencapaian Hasil Belajar
1. Mengidentifikasi macam-macam godaan.
2. Menceritakan pengalaman menghadapi situasi ‘sulit’ yang membuat dirinya tergoda.
3. Mendeskripsikan arti godaan.
4. Mengidentifikasi cara Tuhan menolong manusia mengatasi godaan.
5. Membuat kegiatan yang menunjukkan perubahan perilaku antar teman dalam rangka menangkal godaan.
6. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

C. Landasan Pemikiran
Sangatlah menggembirakan bahwa kemajuan dunia, dalam banyak hal, berlangsung cepat dan mengagumkan, tetapi Anda semakin mudah tergoda dengan janji-janji dan harapan-harapan yang serba mudah untuk mencari kenikmatan hidup. Untuk mencapai semuanya itu, orang sering melakukan jalan pintas, misalnya korupsi, penipuan keserakahan, pelacuran. Bahkan, orang mengejar kehormatan, kemuliaan, kemewahan, kemegahan, atau kemahsyuran, baik bagi dirinya sendiri maupun kelompoknya, dengan jalan menjual kehormatan pribadi.
Orang diberi berbagai tawaran, kemudahan, fasilitas menarik yang menyebabkan orang jatuh ke dalam godaan yang menyesatkan, kejahatan, bahkan dosa. Aneka godaan ini dapat dikelompokkan menjadi:
1. Godaan yang bersifat kenikmatan atau kemewahan: mencuri, berbohong, berjudi, melihat gambar atau film porno, mencari kepuasan badani atau seksual, menggunakan narkoba, minum minuman beralkohol, dan sebagainya.
2. Godaan yang bersifat kekuasaan: gila kekuasaan, berlaku sebagai diktator atau otoriter, melupakan kepentingan umum atau rakyat, menindas, mengintimidasi, menakut-nakuti, memperkaya diri, dan sebagainya.
3. Godaan atas kehormatan, kemuliaan, kemegahan, atau kemahsyuran: sombong, angkuh, merasa yang terhormat, melihat orang lain tidak berarti atau meremehkan orang lain, tidak memerlukan bantuan Tuhan, dan sebagainya.

Setiap orang pernah mengalami godaan. Orang yang jatuh dalam godaan biasanya merasa khawatir, bimbang, ragu-ragu, cemas, bersalah, berdosa, jauh dari Tuhan, tak berani berdoa, tersiksa, stres, dan sebagainya. Orang yang jatuh dalam godaan biasanya memikirkan dosa, penderitaan abadi atau neraka, Tuhan yang menghukum, hukum karma, dan sebagainya. Godaan selalu menyerang sisi-sisi lemah orang, sehingga menghambat kemajuan orang dalam segala hal. Orang menjadi tidak berani mengambil keputusan itu. Orang takut gagal dan dibingungkan oleh kekuatan jahat yang menggodanya. Dalam situasi seperti ini, orang mengalami kesulitan untuk memelihara kedekatannya dengan Tuhan, apalagi mengalami bahwa Tuhan tetap hadir dalam hidupnya sehari-hari.
Sikap semacam ini dapat dilihat pula dalam diri Anda, sebagai orang muda. Dalam masa muda ini Anda tidak saja mengalami perubahan fisik, tetapi juga perubahan psikis, yakni emosi, keinginan dan kemampuan untuk berdikari, mulai merencanakan tujuan hidup yang ideal bagi diri Anda. Perubahan-perubahan tersevut sangat mempengaruhi perilaku hidup Anda dalam menghadapi godaan yang menimpa diri Anda. Anda cenderung lari dari perjuangan hidup dan kesulitan hidup.
Usaha yang dapat dikembangkan untuk menghadapi godaan hidup, antara lain:
1. Bersikap tegas: sikap menolak tanpa kompromi terhadap godaan, berani dan tanpa ragu-ragu untuk melangkah. Anda tidak boleh ragu-ragu lagi dalam mengambil keputusan. Orang bersikap ragu-ragu disebabkan oleh:
a. kesulitan mengambil tindakan berdasarkan keputusan itu sendiri
b. pemikiran akan masalah yang dianggap belum lengkap dan menyeluruh
c. perasaan takut gagal
d. keraguan dalam mengambil keputusan, antara fakta dan kata hati, sehing-ga takut bertindak.
2. Berprinsip: orang harus mempunyai prinsip untuk mengatasi godaan, yaitu mendahulukan prioritas utama yang hendak diambil berdasarkan fakta yang sudah dipertimbangkan.
3. Bersikap kritis: sikap peka dan hati-hati menghadapi godaan yang ada dalam dirinya, agar keputusan yang diambil tidak keliru.
4. Bersikap rendah hati, sebagai ciptaan Tuhan yang terbatas, yang tidak sempurna. Dengan kesadaran ini, orang diharapkan selalu rendh hati di hadapan Tuhan dan sesamanya, sehingga rela hidup bergandengan tangan, saling mencintai, dan mau mendengarkan orang lain meski menyakitkan.
5. Mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, misalnya berdo, berpuasa, ziarah, membaca kitab suci, dan sebagainya, untuk menyadari keterbatasannya dan pertolongan Tuhan dalam mengatasi godaan. Selain itu, orang membuka hati kepada Tuhan Sang Pencipta, mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan dalam hati, menumpahkan segala isi hati di hadapan Tuhan dengan segala kekhawatiran dan harapannya.

Godaan didefinisikan sebagai rangsangan untuk melakukan tindakan yang kurang pantas atau berbuat dosa. Godaan belum merupakan dosa, asalkan orang tidak mencarinya atau dengan senang hati mengikutinya. Godaan selalu berkaitan dengan kepentingan pribadi. Demi kepentingan pribadi itu, orang sampai hati mengorbankan sesamanya secara tidak manusiawi atau melanggar ajaran agama dan kepercayaan.
Semua agama dan kepercayaan menyatakan bahwa godaan akan menyengsarakan, membinasakan orang. Orang yang hidup dalam godaan akan mengalami kematian abadi (dosa). Mengingat akan kelemahannya, maka orang perlu berpegang pada Tuhan karena Dialah segala-galanya bagi hidupnya., Pencipta dunia dan isinya, Dia sebagai pusat dan tujuan hidupnya. Tuhan menolong orang untuk mengatasi godaan dengan berbagai cara, dalam peristiwa hidup sehari-hari. Di satu pihak, orang tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri yang terbatas ini. Orang harus mempunyai kesadaran bahwa pertolongan yang sejati datangnya dari Tuhan. Di lain pihak, orang harus bersikap tegas untuk mengalahkan godaan. Ketika orang digoda,dia menyadari bahwa godaan sedang menghampirinya sehingga ia dapat menolak godaan itu dengan tegas. Sikap ini hanya bisa dilakukan kalau orang dapat menjaga keseimbangan hidupnya.
Kehidupan Anda tidak lepas dari berbagai godaan. Godaan yang menyebabkan Anda jatuh dalam kesalahan dan kejahatan, mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Lama-kelamaan Anda menjadi masa bodoh dengan hati nurani, ajaran yang baik, dan bahkan mencari jalan pintas untuk mewujudkan keinginannya, misalnya memperoleh nilai baik dengan mencontek, memiliki uang dengan berbohong kepada orang tua atau menggunakan uang SPP, mengatasi masalah dengan minum-minuman keras atau mengkonsumsi narkoba, dan sebagainya.
Melalui materi pokok ijni, Anda diajak untuk makin menyadari bahwa godaan itu ada di kehidupan stiap orang, dengan segala bentuknya. Dengan bersandar pada pertolongan Tuhan dan sikap tegas, orang dapat mengenali godaan yang datang dan mencoba untuk mengatasinya.

D. Uraian Materi Pokok
1. Macam-macam godaan.
2. Situasi ‘sulit’ yang membuat orang mudah tergoda.
3. Godaan selalu menyesatkan.
4. Tuhan menolong manusia mengatasi godaan.
5. Mengembangkan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan untuk menangkal godaan.

E. Narasi


Tergiur

Pada waktu itu, tepatnya saya sedang berada di tempat-tempat umum, godaan pun tak pernah mengenal tempat ataupun orang. Begitupun saya, ketika saya di tempat umum. Saya juga banyak mengalami cobaan. Sebagai contoh, pada saat saya di suruh oleh ibu saya untuk membeli kue untuk acara nanti malam. Dalam perjalanan menuju toko kue, saya bertemu sebuah toko pernak pernik yang memang sudah lama ingin saya kunjungi.
Saya melihat ke salah satu sisi toko itu, “SALE 50% OFF”. Dengan menggebu-gebu saya masuk ke toko itu. Dan melihat barang yang sudah lama saya idam-idamkan. Timbul niat dalam hati untuk membeli barang itu. Akan tetapi saya urungkan niat itu. karena uang yang ada di tangan saya adalah uang ibu saya. Tidak seharusnya dan tidak sepantasnya saya memakai uang ini. Lalu dengan berat hati, saya tinggalkan toko itu dan pergi ke toko kue yang tadi menjadi tujuan utama saya.

Pertemanan oh Pertemanan

Pada suatu waktu, saya dihadapkan pada suatu situasi di mana saya sangat di harapkan oleh pacar saya. Suatu saat, teman lama saya SMS dan mengatakan suka pada saya. Memang, secara fisik, mungkin dia lebih “oke” daripada pacar saya. Tetapi pada saat itu, saya sedang pacaran yang mungkin umur pacaran saya itu sudah termasuk lama. Tetapi, timbul hasrat saya untuk memilih pria itu disbanding pacar saya. Akan tetapi, setelah saya pikir lebih lanjut lagi. pacar saya itu jauh lebih baik, baik, dan baik dibandingkan dia. Jadi saya akhirnya lebih memilih pacar saya.


F. Pendalaman dan Refleksi
1. Setelah anda membaca cerita di atas, apa makna dari cerita tersebut?
2. Cermati bacaan di atas, pernahkah kalian mengalami cobaan seperti itu? Dan bagaimana cara kalian mengatasi godaan itu?
3. Ceritakan pengalaman-pengalaman anda dalam menghadapi cobaan dalam hidup! Dan bagaimana anda menanggapi godaan tersebut?
4. Pada saat anda ada di dalam cobaan yang anda alami, anda merasakan adakah bantuan Tuhan? Jelaskan bagaimana Tuhan membantu anda!
5. Menurut anda, apakah Tuhan sebenarnya ikut campur tangan dalam membantu kita agar tidak jatuh dalam cobaan?

G. Pengembangn Religiositas
Berikut ini disajikan beberapa pandangan dari berbagai agama dan kepercayaan tentang godaan dalam kehidupan manusia. Anda dapat membaca sumber-sumber lain yang sesuai dengan tema untuk memperluas wawasan dan pengetahuan Anda.
Agama Buddha
Manusia tidak boleh terhanyut oleh harta benda karena semua benda adalah tidak kekal (annica), semua benda adalah penderitaan (dukkha), dan semua benda tiak mempunyai jati diri yang terpisah sendiri (anatta). Semua benda tidak kekal maksudnya ialah semua benda semua benda berubah tanpa henti, tidak ada sesuatu pun yang bisa bertahan, tidak berubah bahkan untuk sekejap saja. Manusia yang berpegang pada benda-benda dan lekat padanya hanya akan menimbulkan penderitaan. Hal yang harus dilakukan adalah menghindari perbuatan buruk, melakukan kebajikan, dan menyucikan pikiran.
(Bhikku Buddhadasa. 1996. Buku Petunjuk Bagi Umat Manusia.
Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya, hlm. 26)

Pengamatan pikiran yang penuh nafsu indria dapat diperoleh dengan mengamati junis-jenis pikiran yang meliputipikiran atau gagasan yang salah mengenai kesenangan indria, mengenai objek-objek yang ingin dimilliki, yang di dambakan, dan terhadapnya kita mengikatkan diri; gagasan untuk menghancurakan orang lain, untuk melukai atau membunuh; gagasan untuk melakukan sesuatu yang kejam. Sementara itupikiran yang benar meliputi gagasan yang berkenaan dengan pelepasan, bebas dari keinginan memiliki benda-benda yang biasa di dambakan orang; gagasan untuk tidak melakukan hal yang merugikan orang lain, yang timbul dari latihan metta atau kasih sayang; gagasan mengenai lenyapnya perbuatan kejam, yang timbul dari latihan karuna atau belas kasih.
(Sayagyi V Ba Khin. 1997. Empat Kesempurnaan.
Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya)

Alam semesta ini mempunyai ciri-ciri yang tersendiri. Ciri-ciri itu tetap wujud yang sama ada kita sadar atau tidak dan sama ada kita percaya atau tidak. Sebagai contoh, haba sentiasa dikaitkan dengan api. Ia merupakan satu ciri api. Sama ada kita percaya kenyataan di atas benar atau tidak, ciri itu tetap ada pada api. Kebenaran ini tidak dapat dinafikan.
Kita ialah salah satu daripada makhluk yang hidup dalam alam semesta ini. Kewujudan kita juga tertakluk kepada ciri-ciri tertentu. Kehidupan kita berkait rapat dengan ciri-ciri itu. Apakah ciri-ciri kewujudan?
Ciri-ciri itu ialah Anicca, Dukkha dan Anatta. Ini adalah tiga ciri universal mengenai kewujudan. Sungguhpun Buddha mengemukakan fakta ini, ia tidak bermakna Buddha yang menciptanya. Dengan PencerahanNya, Buddha telah dapat "melihat" dan "menyadari" hakikat ini.
ANICCA
Setiap benda tidak berkekalan — ia sentiasa tertakluk kepada pereputan dan perubahan. Begitu juga badan fizikal kita yang sentiasa berubah-ubah. Sekiranya kita mempunyai gambar foto yang diambil pada masa yang berlainan, maka dengan jelasnya ia menunjukkan bahawa kita sentiasa mengalami perubahan. Selain daripada itu, fikiran kita juga sentiasa berubah. Kalau tidak percaya, cuba kita duduk, tenangkan fikiran tanpa berfikir. Seribu satu macam fikiran akan timbul.
Dalam sains, kita telah mempelajari bahawa benda-benda yang nampaknya tidak berubah seperti lautan, benua, matahari atau cakerawala, kesemuanya sentiasa berubah. Keadaan tidak kekal ini ialah ciri universal yang disebut Anicca dalam Pali. Bolehkah kita menyangsikan kebenaran ini dalam hidup?
Pemahaman ciri ketidakkekalan ini adalah amat penting. la menjalin perhubungan baik kita dengan orang lain. Umpamaannya apabila seseorang itu memarahi kita, kita harus sedar pada saat itu bahawa dia tidak senang hati. Tetapi keadaan ini tidak kekal. Jadi kita patut bertoleransi dengannya. Dengan pemahaman ciri ini juga, ia menunjukkan bahawa zaman muda-mudi, kesihatan badan, kemewahan kebendaan bahkan hidup itu adalah tidak kekal. Oleh itu, selagi kita masih muda dan cergas, kita patut menggunakan keadaan yang baik itu dengan sebaik-baiknya. Kita harus berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai kebahagiaan dan seterusnya Pencerahan.
DUKKHA
Dalam erti kata biasa, Dukkha diertikan sebagai kesengsaraan. Ia berlawanan dengan Sukkha yang bermaksud kebahagiaan. Walau bagaimanapun, perkataan ini membawa makna yang lebih dalam. la meliputi segala perasaan tidak puas.
Sebenarnya, tidak susah untuk melihat kewujudan Dukkha di dunia ini. Apabila berjalan di dalam bandar, kita dapat melihat pengemis, yang tua atau muda, ada yang cacat anggota. Bukankah ini Dukkha? Yang paling jelas ialah keadaan di hospital. Di situ kita dapat membuktikan pada diri kita bahawa kesengsaraan merupakan satu perkara yang umum.
Kita telah melihat bahawa segala yang terdapat di dunia ini tidak kekal. Ketidakkekalan juga merupakan satu punca Dukkha. Mengapa begitu? Biarlah kita menunjukkannya dengan satu contoh. Kekayaan, misalannya, merupakan satu perkara yang baik, begitu juga dengan pencapaian kebendaan, zaman muda-mudi, kesihatan badan, perhubungan baik dengan orang lain dan sebagainya, tetapi janganlah kita berpaut kepada kesemuanya itu. Sekiranya kita terlalu berpaut kepada apa yang kita anggap sebagai baik, menyeronokkan dan cantik, kita akan sengsara sebab kesemuanya tertakluk kepada perubahan. la tidak akan kekal selama-lamanya.
Dukkha adalah satu ciri universal. Dengan memahaminya, seseorang dapat menghadapi kesengsaraan sebagai satu hakikat dalam hidup dan seterusnya berusaha untuk mengatasi kesengsaraan dengan mengikuti ajaran Buddha.
ANATTA
Selalunya orang beranggap bahawa terdapat satu 'aku' di dalam kita. 'Aku' itu adalah seperti satu roh yang kekal, benar dan unggul. Cuba fikirlah, sekiranya terdapat satu benda yang dipanggil 'aku' yang kekal dan dapat kita kekalkan, maka kita seharusnya dapat kenal pastikannya. Tetapi adakah ini benar?
Buddha telah mengatakan bahawa tiada satu benda yang kekal. Semua benda tertakluk kepada perubahan. Ini termasuklah kita sendiri. Jadi tidak ada satu roh yang kekal yang kita boleh anggapkan sebagai 'aku'. Ini adalah artinya Anatta.
Sebenarnya apa yang dikatakan sebagai entiti 'aku' dalam ayat "Aku pergi...sekolah." ialah satu nama atau panggilan untuk satu kumpulan benda fizikal dan mental yang wujud dalam satu tubuh badan.

Mungkin kita boleh menggunakan Proton Saga sebagai contoh. Sebenarnya apa yang dikatakan sebagai Proton Saga ialah satu himpunan benda seperti skru, tayar, enjin, kusyen, kaca dan sebagainya. Sekiranya dipisah-pisahkan, kita tidak dapat mencari suatu benda yang terpisah itu yang boleh dianggap sebagai Proton Saga. Hal yang sama adalah terjadi pada kita sebagai manusia. Anggapan bahawa terdapatnya satu 'aku' dalam diri kita sebenarnya merupakan satu tanggapan yang palsu. Ini akan menyebabkan seseorang cuba untuk mempertahankan dengan habis-habisan sesuatu yang dianggap sebagai kepunyaannya seperti pendapatnya, hak miliknya dan lain-lain. Sebaliknya, kalau seseorang itu memahami dan sedar bahawa 'aku' sebenarnya hanya merupakan satu nama panggilan untuk himpunan unsur-unsur fizikal dan mental yang sentiasa berubah, maka ia tidak akan berpaut kepada kesemuanya. Apa yang patut kita lakukan ialah berusaha supaya berkembang untuk menyempurnakan diri. Jadi, kita harus cuba bermurah hati dan berbelas kasihan terhadap semua makhluk dan tidak bersifat sombong.
Anicca, Dukkha dan Anatta merupakan tiga ciri universal. Segala yang bersifat Anicca menyebabkan Dukkha dan seterusnya kedua-dua ini bersifat Anatta. Sesiapa yang menyedarinya akan dapat mengatasi kesengsaraan sebab pemikiran mereka bebas daripada kepercayaan palsu mengenai 'kekekalan', 'kebahagiaan' dan 'kewujudan aku'.
Agama dengan Jalan Pencerahan Yang Unik :
Bukan Metafisik (Tidak Kelihatan)
ataupun Ritualistik (Upacara)
Bukan Skeptik (Kesangsian)
ataupun Dogmatik (Wahyu)
Bukan Penyiksaan Diri
ataupun Pemanjaan Diri
Bukan Pesimisme
ataupun Optimisme
Bukan Eternalisme (KeAbadian)
ataupun Nihilisme (Pemusnahan)
Bukan Mutlak Dunia ini
ataupun Dunia Lain
Ajaran Buddha adalah Jalan Pencerahan Yang Unik.
Nafsu adalah api yang berkobar dalam semua makhluk; setiap ektivitas didorong oleh nafsu. Nafsu adalah hasrat mental yang kuat yang ada dalam semua bentuk kehidupan dan merupakan penyebab utama penyakit kehidupan.
Sang Bhagava mengungkapkan inspirasi:
Tidak oleh air seseorang disucikan,
Banyak orang mandi di air,
Di dalam diri yang memiliki kebenaran dan Dhamma,
Dia dibersihkan, dia seorang Brahmana.

Kebahagiaan apapun yang diperoleh melalui kesenangan indria di dunia ini,
Dan apapun yang ada dari kebahagiaan surgawi,
Semua ini tidaklah sepadan dengan seperenambelas dari kebahagiaan yang muncul ketika nafsu keinginan berakhir.

Siapa yang menyakiti makhluk hidup sesuai dengan tongkat untuk memperoleh kebahagiaan,
Walaupun dia sendiri mencari kebahagiaan,
Dia tidak mendapatkannya sesudah kematian.
Siapa yang tidak melukai makhluk hidup dengan tongkatuntuk memperoleh kebahagiaan,
Sementara dia sendiri mencari kebahagiaan,
Dia mendapatkannya sesudah kematian.

Agama Katolik
Kalau manusia mau menjamin kesejahteraannya dan dasar hidupnya dengan dayanya sendiri, maka darimana ia mengambil sumber utuk itu? Ia harus mengambilnya dari manusia yang lain dan dari dunia sekitarnya. Oleh karena itu, dalam diri manusia berkembang suatu kehausan yang tak terbatas akan kuasa dan kekayaan. Karena manusia perlu menjamin hidupnya, maka sesama yang hidup dari sumber yang sama menjadi saingan. Kemudian setiap orang berusaha menguasai orang lain supaya ia bisa melindungi diri terhadap mereka dan supaya ia memperoleh materiil dari mereka bagi dirinya sendiri.
Penggodaan dan dosa membawa juga perubahan dalam gambaran tentang Allah. Justru perubahan ini dalam gambaran tentang Allah menutup jalan bagi manusia untuk mengaku salah, untuk bertobat dan kembali percaya kepada Allah sebagai pemberi hidup. Manusia tetap terkurung dalam paksaan dan kebutuhan untuk menjamin hidupnya sendiri. Manusia tidak bisa keluar dari lingkungan setan ini dengan dayanya sendiri. Ia membutuhkan belas kasih Allah.
(Georg Kirchberger SVD. ”Salib Kristus, Derita Manusia dan Kehendak Allah”
dalam Jatuh? – Bangun! Jati Diri Kristiani dalam Sorotan.
Orientasi Baru No.7 Tahun 1993. Yogyakarta:
Kanisius, hlm. 101, 102)

Agama Islam
Setan menggoda manusia melalui beberapa pintu masuk, berupa bisikan negatif dalam dada manusia, antara lain:
1) ambisi yang berlebihan dan prasangka buruk terhadap Tuhan yang melahirkan budaya mumpung dan kekikiran. Hal ini diatasi dengan keyakinan terhadap kemurahan hati ilahi serta rasa puas terhadap hasil usaha maksimal yang halal.
2) Gemerlap duniawi diatasi dengan sikap zuhud dan kesadaran ketidakkonsistenan kehidupan duniawi.
3) Merasa lebih dari orang lain bahwa yang sedang dilakukannya adalah benar dan baik. Hal ini ditutup dengan kesadaran bahwa penilaian Tuhan ditetapkan dengan memperhatikan keadaan seseorang hingga akhir usianya.
4) Memperkecil dosa atau menambah kebaikan sehingga orang melakukan dosa dengan alasan dosa kecil atau enggan berbuat baik dengan alsan malu karena amat sederhana. Hal ini ditampik dengan menyadari bahwa dosa dilakukan terhadap Tuhan dan bahwa Tuhan tidak menilai bentuk perbuatan semata-mata tapi juga niat dan sikap seseorang.
5) Riya’ atau ingin dipuji baik sebelum, pada saat, maupun sesudah melakukan satu aktivitas. Hal ini diindari dengan menyadari bahwa Tuhan tidakmenerima amal yang berpamrih.
(M. Quraish Shibab. 1996. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i
atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung:
Mizan, hlm. 512)

Agama Kristen
Kisah jatuhnya manusia ke dalam dosa yang tersurat dalam kitab Kejadian 3:1-24, sebenarnya merupakan bahan refleksi agar manusia senantiasa waspada agar tidak tergoda untuk menuruti keinginan melepaskan diri dari keterpautan dan ketaatannya kepada Allah. Beberapa cara yang dilakukan penggoda supaya manusia melanggar perintah Allah, yaitu:
1. membangkitkan keraguan (Kejadian 3:1-2);
2. memutarbalikkan firman Allah (Kejadian 3:4-5);
3. membangkitkan keinginan seakan melanggar perintah Allah akan membuae dirinya menjadi seperti Allah. (Kejadian 3:6).
(Dr. Harun Hadiwikono, Iman Kristen, BPK
Gunung Mulia, Jakarta 1986, hlm. 236)



Agama Hindu
Hanya awidya (kurang bijaklsana) menyebabkan manusia terikat oleh benda-benda keduniawian. Kalau direnungkan justru manusia sering diombang-ambingkan oleh pasang surut gelombang benda duniawi yang menimnulkan perasaan duka, iri hati, marah, gelap, dan lain-lain. Oleh karena itu, sungguh sia-sia andaikata manusia terikat oleh benda kenikmatan duniawi yang sering menggoncangkan hidup dan ketentraman sukmanya.
Dengan menyerahkan diri dan sujud terhadap Tuhan maka Tuhan akan menuntun dia ke jalan yang lurus hingga sempurna sila dan budinya. Tuhan akan membimbing dia dalam segala gerak dan langkahnya dan memurnikan hatinya sehingga ia dapat memiliki sikap dharma (kebajikan dan budi luhur) yang diarahkan terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan sesama makhluk dan dapat mencapai kebahagiaan hidup kini, kebahagiaan akhirat dan kebahagiaan dalam penjelmaan yang akn datang.
(Drs. IB Oka Punyatmadja. 1976. Pancha Cradha. Denpasar:
Parisada Hindu Dharma Pusat, hlm. 24, 25)

Agama Khonghucu
Si salam Shang Sheng Jing Lagu Puja memuliakan Kalimah Suci yang di dalamnya merangkumkan keimanan ajaran Agama Khonghucu tersurat:
Hati manusia senantiasa rawan, hati di dalam Dao (Jalan Suci) itu muskil rahasia. Senantiasa peganglah Yang Saripati, Yang Satu, tekun teguhlah memegang yang Tepat Tengah; Tengah Sempurna.
Hormat takutlah akan kuasa mulia TIAN Yang Maha Esa, senantiasa akan beroleh perlindungan. Jidup lestari Manunggal Firman (Pei Ming) akan membawakan bagi diri banyak rahmat. Dipermeliakanlah (Qin Zai).
Hormat-hormatlah sungguh TIAN Maha Cerah, Tuhan Yang Maha Besar Maha Tinggi, senantiasa melindungi Kebajikan, Dipermuliakanlah.
Dari Iman menjadi cerah batin, itulah dinamai oleh Watak Sejati (Xing), dari cerah batin menjadi beriman dinamai oleh bimbingan Agama. Yang beriman tentu cerah batin, yang cerah batin tentu beriman. Dipermuliakanlah.
Jangan mendua hati, jangan bimbang, Tuhan Yang Maha Tinggi menyertaimu oleh ridho TIAN Yang Maha Esa, akan diterima rahmat bahagia tanpa batas. Dipermuliakanlah. (Xs. TJjhie)

H. Evaluasi
1. Identifikasikan macam-macam godaan!
2. Ceritakan pengalaman Anda dalam menghadapi situasi ’sulit’ yang membuat diri Anda tergoda!
3. Deskripsikan arti godaan?
4. Berilah contoh teks atau cerita kitab suci agama dan kitab ajaran kepercayaan yang berkaitan dengan cara Tuhan menolong manusia mengatasi godaan?
5. Bagaimana hasil kegiatan tukar-menukar perilaku dengan teman yang telah Anda lakukan? Ceritakan!



DAFTAR PUSTAKA


Bhikku Buddhadasa. 1996. Buku Petunjuk Bagi Umat Manusia. Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya, hlm. 26

Sayagyi V Ba Khin. 1997. Empat Kesempurnaan.Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya

Georg Kirchberger SVD. ”Salib Kristus, Derita Manusia dan Kehendak Allah” dalam Jatuh? – Bangun! Jati Diri Kristiani dalam Sorotan. Orientasi Baru No.7 Tahun 1993. Yogyakarta: Kanisius, hlm. 101, 102

M. Quraish Shibab. 1996. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, hlm. 512

Drs. IB Oka Punyatmadja. 1976. Pancha Cradha. Denpasar: Parisada Hindu Dharma Pusat, hlm. 24, 25

2003. Pendalaman Ajaran Buddha. Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya

2003. Empat Kebenaran Ariya. Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya

2003. Kitab Suci Udana. Bandung: Yayasan Penerbit Karaniya

1 komentar:

  1. Shalom saudara seiman dalam Kristus dimana pun berada. Mari kita sama-sama belajar tentang Shema Yisrael yang pernah diucapkan oleh Yeshua ( nama Ibrani Yesus tertulis ישוע ) seperti yang dapat kita temukan dalam Markus 12 : 29 dan Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 sebagai berikut :

    Huruf Ibrani, " שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד "

    Pengucapannya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani, " Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) Eloheinu YHWH ( Adonai ) ekhad "

    Orang Yahudi pada jaman Yeshua hingga sekarang terus memegang teguh prinsip keesaan Tuhan YHWH ( Adonai ) yang tersirat dalam kalimat Shema. Pada akhir pengucapan diikuti juga dengan kalimat berkat sebagai berikut :

    " ברוך שם כבוד מלכותו לעולם ועד " ( Barukh Shem, kevod malkuto le'olam va'ed, artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selamanya dan kekal )
    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜🕯️🕍🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🗺️✝️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🥛🍯🥖🍷🐏🐑🐐🐂🐎🦌🐪🐫🦁🦅🕊️🐍₪🇮🇱

    BalasHapus